Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Renungan harian

Memaksimalkan Kelebihan  12/07/20 Hakim-hakim 14:1-20  Simson ingin menikah. Ia meminta agar orang tuanya meminang seorang perempuan Filistin. Namun, orang tuanya keberatan dan memintanya agar mencari istri yang sesuku. Namun, Simson berkata: "Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai" (3). Maksudnya, profil perempuan ini cocok dengan maksud hatinya, yaitu mencari gara-gara terhadap orang Filistin. Pada masa itu, cara Allah membebaskan Israel dari penindasan Filistin bukan dengan bala tentara, melainkan dengan kekuatan tak terduga dari satu orang. Roh Allah yang mengarahkannya berbuat demikian sehingga efektif untuk mengalahkan Filistin. Dalam perjalanan ke Timna untuk bertunangan, Simson dihampiri seekor singa. Ia membunuhnya dengan tangan kosong. Setahun kemudian, ia menemukan sarang lebah dan madu di kerangka singa itu. Lalu, ia menjadikan peristiwa tersebut sebagai teka-teki. Pesta perkawinan Simson berlangsung tujuh hari lamanya. Pesta tersebut hampir usai, namun para pengi...

Santapan Harian 10/07/20

Shalom saudara" yang di kasih oleh Tuhan Yesus, mari kita membaca firman Tuhan  Yang berjudul : ....... Buang Iri dan Dengki!  Hakim-hakim 12:1-7  Pernahkah Anda melihat seseorang bertikai dengan saudara kandung sendiri? Atau, jangan-jangan kita sendiri pernah mengalaminya? Bisa jadi, iri hati yang memicu pertengkaran tersebut. Iri hati tidak memandang status dan relasi. Tidak hanya kepada orang tak dikenal, iri juga bisa melanda dalam keluarga sendiri. Inilah yang sedang dialami Yefta. Ia diserang oleh saudara sebangsanya sendiri, bani Efraim, karena iri hati kepadanya. Setelah pulang dengan kemenangan melawan bani Amon, saudara sebangsanya tidak menyambutnya dengan pesta. Serangan suku Efraimlah yang menyambutnya. Mereka merasa iri karena tidak diajak berperang melawan bani Amon (1) sehingga tidak bisa ikut mendapatkan keuntungan berupa uang dan jarahan dari hasil pertempuran. Bersama dengan orang-orang dari tanah asalnya, Gilead, Yefta melawan suku Efraim. Orang Gilead...

Santapan harian Firman Tuhan

Janji bagi Tuhan  Hakim-hakim 11:29-40  Nazar adalah janji pada diri sendiri hendak berbuat sesuatu jika maksud tercapai. Biasanya, nazar diucapkan oleh manusia kepada Tuhan. Namun, pernahkah kita membayangkan jika imbas dari nazar tersebut membuat salah satu anggota keluarga menjadi kurban persembahan untuk Allah? Memang zaman sekarang berbeda dari era para nabi dan hakim-hakim di mana memberikan kurban manusia masih lazim dilakukan. Peristiwa seperti ini harus dialami oleh Yefta. Ia sama sekali tidak pernah membayangkan ketika mengucapkan nazar bahwa anak perempuan satu-satunya akan dipersembahkan sebagai kurban. Yefta memang bernazar kepada Allah. Jika ia menang melawan bani Amon, hal pertama yang ia temui di rumah akan dipersembahkan sebagai kurban bakaran bagi Allah (30-31). Ia mungkin membayangkan bahwa hal pertama yang ditemuinya adalah hewan ternak, seperti, domba atau kambing. Namun, hatinya hancur, saat ia kembali ke Mizpa. Sebab, anak gadis satu-satunyalah yang meny...

Renungan Harian

Tentang Memberi dari Kelebihan  Filipi 4:10-23  Ada orang-orang di luar sana yang berlimpah harta, namun memiliki hati dermawan. Salah satu orang itu adalah Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway. Buffett sendiri terkenal dengan cara hidup yang sederhana. Pada tahun 2010, ia berinisiatif mendirikan The Giving Pledge dan mengajak para miliarder untuk menyumbangkan kekayaan mereka. Pada tahun 2018, Warren Buffett menyumbangkan hartanya sebesar USD 46, 6 miliar (lebih dari Rp 650 triliun). Memberi dari kelimpahan memang tampak mudah dilakukan, seperti yang dilakukan oleh jemaat di Filipi kepada Paulus. Sewaktu Paulus melakukan pelayanan dari Makedonia, mereka adalah satu-satunya jemaat yang membantu Paulus dalam hal materi untuk mendukung pelayanannya (15). Mereka memang tergolong jemaat yang mampu secara materi. Ini tampak dari kota Filipi sendiri yang merupakan pusat koloni Romawi. Di sana terdapat teater, tempat pemandian, lapangan umum, dan patung dewa-dewi Romawi. Ini menunj...

Renungan harian 10/07/20

  Pertikaian dalam Pelayanan  Filipi 4:2-9  Pernahkah Anda berdebat, bahkan bertikai dengan rekan satu pelayanan? Akibat pertengkaran itu, akhirnya kita berusaha agar tidak ditempatkan dalam tim pelayanan yang sama dengannya. Perdebatan dalam sebuah komunitas atau gereja adalah lumrah. Seperti Euodia dan Sintikhe, dua orang perempuan jemaat di Filipi yang berdebat karena perkara Hukum Taurat. Paulus bersedih hati atas pertikaian dua orang itu. Sebab dahulunya, mereka adalah rekannya dalam mengabarkan Injil (3). Euodia dan Sintikhe bertikai perihal: apakah para pengikut Kristus yang baru wajib menjalankan Hukum Taurat? Oleh karena hal ini, Paulus meminta tolong kepada rekan pelayanannya yang lain, Sunsugos, untuk menolong mereka berdua agar berhenti bertikai. Paulus menasihati agar mereka lebih mengutamakan kesatuan dalam Tuhan ketimbang bertikai karena perbedaan pendapat. Sebagai pengikut Kristus yang baru pada zaman itu, perkara Hukum Taurat memang membingungkan jemaat. ...